Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Luput dari Pemikiran

Sebelumnya aku tak pernah memikirkannya. Never. Tidak sama sekali. Lantas kenapa tiba-tiba saja segala sesuatunya lantas menyeruak? Ah, sudahlah. Aku tak mau lebih dalam memikirkannya, apalagi memperkarakannya. Hanya saja aku merasa ada sesuatu yang aneh. Dan, keanehan itu kemudian merebak jadi sesuatu dan kemudian menjawab semua segala pertanyaan yang bersarang di kepalaku.

Aku toh senang dan akan kusambut dengan suka cita semua apa yang ada saat ini. Allah, ini adalah anugerah Kuasa Yang MahaIndah--aku percaya itu. Namun, di sisi lain, aku sedih, karena keadaan yang memaksa ku harus seperti ini. Aku tak ingin lagi mempertanyakan tentang salah siapa. Tak ada yang perlu disalahkan. Ini adalah skenario Tuhan.

Pun, ini semua terjadi juga atas kehendak-Nya. Siapa pula yang ingin (yang rela) kehilangan orang yang mereka cintai? Tak satu pun, bukan? Tapi, apa yang bisa kau lakukan saat nasib telah membimbingmu ke jalan dimana ternyata kau harus kehilangan orang yang kau cintai? Apa kau aka…

Postingan Terbaru

Cahaya itu Bernama M-448

Happy Blogging Day 2018!!

What is Trust?

Hidup Layaknya Roller-Coaster

Tetaplah Bersamaku

Bayangan di Cermin itu Aku

Selamat Tinggal Masa Lalu

Bertahan Apa Adanya

26 Kilometer

Please, Jangan Permainkan Cinta