Si Lezat Cokelat

Cokelat sudah sedemikian terkenal di kalangan masyarakat dunia. Siapa pun takkan bisa menolak cita rasa yang dihasilkannya. Baik tua maupun muda tak ada bedanya. Namun ternyata, cara pengolahan biji cokelat itu sendiri sehingga bisa menjadi makanan yang lezat tetaplah menjadi misteri.

Adalah suku Olmeks yang nenetap di dataran rendah Meksiko merupakan suku pertama yang menggunakan biji cokelat. Bangsa Maya mengonsumsi cokelat dari 300 tahun SM, tetapi dalam bentuk cairan. Mereka sering menambahkan bumbu seperti cabai dan meminumnya tanpa gula. Bagi mereka, cokelat adalah lambang kehidupan dan kesuburan. Sehingga, buah cokelat sering menjadi piranti khusus dalam keagamaan, termasuk upacara pernikahan dan seringkali disebut sebagai makanan para dewa.

Cokelat dihasilkan dari kakao (theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras, sekitar 1100 - 1400 tahun SM.

Kebiasaan menikmati cokelat dimulai oleh para bangsawan suku Indian Aztec di Amerika Tengah, daerah yang sekarang menjadi wilayah Meksiko. Penduduk Meso-Amerika ini mencampurkan bubuk biji kakao yang rasanya pahit dengan jagung fermentasi atau juga dengan anggur. Campuran ini diracik menjadi minuman yang disajikan dalam cangkir emas. Karena rasanya yang unik, minuman cokelat bahkan menyaingi bir yang cukup terkenal di kawasan Eropa.

Sejak ditemukan berbagai cara pembuatan cokelat pada masa revolusi industri di Eropa, mesin uap mulai digunakan untuk menggiling cokelat. Kemudian, perubahan signifikan dalam meningkatkan mutu cokelat terjadi pada tahun 1828 di Belanda, dimana Coenraad van Houten menemukan cara memisahkan bubuk dan minyak kakao dari adonan biji kakao giling. Hal ini membuka penemuan-penemuan berikutnya yang mampu mencampur cokelat yang berupa cairan yang kental dan pekat dicampur minyak kakao serta gula. Dan, ini menjadi asal mula cokelat padat yang kemudian menjadi cikal bakal cokelat batangan yang kita kenal sekarang.

Bagi kebanyakan orang, cokelat diartikan sebagai salah satu makanan atau minuman yang bisa mendatangkan rasa nyaman. Di samping itu, cokelat juga bisa membantu kesehatan. Tak pernah ada kata rugi mengkonsumsi cokelat jika memang cokelat adalah salah satu makanan atau minuman yang ada di daftar teratas belanjaan kalian kalau kalian ke supermarket. Seperti halnya aku. Cokelat aku jadikan santapan pengganti ketika aku tak ingin mengkonsumsi kopi lebih banyak. Kandungan cokelat dan kopi bisa dibilang hampir sama, namun cokelat jauh lebih aman jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Diambil dari: berbagai sumber.

Komentar

Postingan Populer