Senin, 25 Juni 2012

It's Life

Aku tak bisa memungkiri bahwa inilah hidup. Tak ada sesuatu hal pun yang bisa benar-benar mudah dalam hidup. Kau pun takkan bisa memprediksi hidupmu sendiri. Terkadang, hidup bisa sangat menyenangkan. Terkadang pula hidup bisa sangat susah dan bisa nyaris membuatmu putus asa. Semuanya memang sudah digariskan. Manusia hanya bisa meminta yang terbaik.

Kadangkala, aku pun berpikir kalau hidup itu kejam - atau yang lebih ekstrim, dunia itu kejam. Sebagian besar orang pun berpikir seperti itu. Entah sejak kapan argumen-argumen seperti itu muncul. Sumber awalnya pun tidak diketahui. Hanya obrolan dari mulut ke mulut yang akhirnya dikenal banyak orang dan menjadi suatu quote tersendiri.

Kendati demikian - aku ulangi lagi - inilah hidup. Hidup memiliki siklus sendiri. Lebih tepatnya, hidup itu bagaikan roda yang berputar - kadang di atas dan kadang di bawah. Aku tidak pernah mengeluh tentang hidup seperti apa yang kujalani. Aku hanya perlu berhati-hati dalam melangkah. Ibarat jalan beraspal, terkadang jalan itu tidak rata. Banyak lubang disana-sini, dan kita diharuskan untuk memilih jalan mana yang akan kita ambil.

Bagiku, hidup adalah anugerah. Sudah sepantasnya manusia menghargai hidup. Meski hidup terkadang kejam, justru disitulah manusia diwajibkan untuk selalu bersyukur. Bersyukur yang aku maksud disini adalah selalu sabar dalam menerima segala apapun cobaan hidup. Masih beruntung kita hidup, dan bukannya mati. 
Share:

Sabtu, 09 Juni 2012

Menulis atau Menjiplak?

Menulis, bagiku adalah segalanya. Aku bisa menjadi siapapun atau apapun dengan sebuah tulisan. Ketika imajinasiku menunjuk pada sebuah bangunan berbentuk istana, maka aku bisa mengandaikan diriku sebagai putri raja. Ketika imajinasiku menunjuk pada sebuah laut dan berbagai keindahan di dasarnya, maka aku pun bisa mengandaikan diriku sebagai putri duyung. Dan, masih banyak lagi.

Belajar menjadi seorang penulis tidaklah mudah. Walau sekilas terlihat sederhana, namun sebenarnya rumit. Ada banyak aturan dan kode etik ketika seseorang harus menuliskan sesuatu. Menulis tak harus diartikan kita harus menyediakan kertas dan sebuah pena. Mengetik di atas tuts keyboard pun sama artinya dengan "menulis". 

Kupikir beberapa penulis yang sudah memiliki nama besar pun harus membutuhkan beberapa waktu atau bahkan hari untuk bisa mendapatkan inspirasi tentang apa yang akan ditulisnya, agar berbeda dari kisah yang sudah-sudah dan tidak dianggap sebagai penjiplak.

Aku sendiri pun sebenarnya tidak suka menjiplak karya milik orang lain. Lebih baik aku menciptakan sesuatu yang baru dan mungkin belum pernah ada agar apa yang aku tulis bisa menjadi trademark tersendiri. Namun, terkadang, aku mati ide. Sehingga, aku harus mencari sumber-sumber tambahan dari berbagai buku, majalah, surat kabar, atau browsing internet. Apakah itu dinamakan menjiplak? Kurasa tidak.

Menjiplak menurutku adalah mencontoh dan menyalin keseluruhan isi sumber-sumber yang kita baca tanpa ada satu patah kata pun yang ditambah atau dikurangi. Jika menyadur ulang beberapa isi sumber-sumber yang kita baca ke dalam tulisan kita dengan ditambahkan beberapa kalimat dari kreativitas kita sendiri sebagai "bumbu penyedap" menurutku bukan sebuah kegiatan menjiplak, kan? Tapi, bagaimana pun juga, menulis adalah sesuatu yang pasti dilakukan oleh seseorang kala suasana hati mereka sedang tidak dalam "tempatnya". Dan, bagiku menulis bisa dilakukan kapan saja tanpa ada batasan waktu.
Share: