Rabu, 22 Agustus 2012

Nasib Surat Berprangko

Dulu, ketika teknologi informasi masih menjadi hal yang teramat asing, masyarakat suka berkirim-kirim surat dengan menggunakan kertas surat dan prangko. Aku pun kala itu juga menjadi salah satu masyarakat yang gemar berkirim surat melalui kantor pos dengan menggunakan kertas surat dengan beragam corak dan prangko. Bahkan, aku sempat menjadi anggota filateli. Menurutku - kala itu - mengoleksi bermacam-macam prangko sungguh merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan. Apalagi, jika prangko-prangko koleksiku berasal dari berbagai belahan dunia. Dalam hal ini, aku juga sempat memiliki beberapa koleksinya dengan saling berkirim surat dengan beberapa sahabat penaku dari berbagai negara. Aku pernah menuliskannya di postingan sebelumnya.

Namun, kini, semuanya seolah tergerus oleh perkembangan jaman. Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi bernama internet, seperti menenggelamkan fenomena surat berprangko yang dulu sempat eksis di mata masyarakat. Saat ini berkirim surat sudah bisa lebih praktis dan cepat dengan e-mail. Atau, apapun yang terkait dengan interaksi antar dua orang atau lebih, bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Masyarakat jaman sekarang lebih memilih kecepatan penyampaian informasi, dimana informasi atau berita yang lebih cepat sampai dirasa lebih baik daripada mengirimkan berita tetapi harus menunggu beberapa hari atau minggu hingga berita itu diterima oleh orang yang bersangkutan.

Kepala Kantor Pos Surabaya Selatan Sulistijono menyatakan bahwa:
Di antara total 2.513 dokumen yang dikirimkan kantor pos cabang Surabaya Selatan per hari, surat berprangko hanya mencapai 420 surat. Sisanya, ada pada kiriman dokumen tunai.
Dalam hal ini, pengiriman dokumen tunai adalah jasa pengiriman yang tak memakai prangko, seperti pos ekspres dan titipan kilat. Namun, dengan berkembangnya teknologi internet yang kian hari kian canggih, berkirim surat dengan menggunakan prangko masih tetap ada walau jumlahnya tak sebanyak dulu.

Contohnya saja aku. Kupikir - secara pribadi - berkirim surat melalui e-mail memang cepat dan semua orang tahu itu. Hanya saja, terkadang aku seperti merindukan menulis surat dengan coretan tanganku sendiri, bukan mengetik diatas tuts keyboard. Untungnya, pihak kantor pos tidak semata-mata menghilangkan layanan berkirim surat dengan menggunakan prangko. Seperti yang diungkapkan oleh Manajer Komunikasi PT Pos Indonesia Abu Sofyan:
Itu sudah menjadi public service obligation (PSO) kami yang ditentukan pemerintah.
Hal itu dikarenakan PT Pos Indonesia merupakan salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dimana segala regulasinya diatur oleh pemerintah sebagai satu bentuk nasionalitas.

Kutipan diambil dari: Jawa Pos edisi Selasa, 21 Agustus 2012
Share:

Minggu, 19 Agustus 2012

Jalanan Surabaya Mulai Lengang

Ketika aku melintasi jalanan kota Surabaya yang biasanya ramai oleh hiruk-pikuknya kendaraan bermotor, kini sepi dan lengang yang sekilas seperti kota mati. Rasanya asing tatkala aku melihat keadaan seperti ini. Tapi, tentu saja, ini hanya sementara saja. Liburan kali ini aku sekeluarga memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dan yah, aku akui aku suka suasana kota yang lengang seperti ini - walau terkadang aku merasa aku seolah berada di kota lain.

Kulihat di kiri dan kanan jalan ketika aku melintas di sebuah lokasi yang biasanya ramai dikunjungi orang, kini hanya tersisa dedaunan yang jatuh dan seperti tidak terawat. Biasanya, musim sudah bergulir dari kemarau menjadi penghujan. Namun, kali ini tidak. Musim tak kunjung bergulir.

Bukan karena sebab lain, tetapi karena akhir-akhir ini cuaca memang sedang tidak menentu. Musim tak berjalan dengan seharusnya. Tapi, ya sudahlah. Toh, manusia tidak bisa mengatur musim seperti halnya manusia mengatur jam beker. 

Yang kupikirkan saat ini adalah bagaimana jika keadaan kota kelahiranku selalu sepi dan lengang seperti ini setiap hari. Mungkin aku tak perlu harus bangun pagi-pagi buta untuk berangkat beraktivitas. Haha, itu sih maunya setiap orang, kan? Tapi, mana mungkin bisa seperti itu? Setiap hari populasi kota-kota besar selalu bertambah, dan logikanya volume kendaraan bermotor pun juga akan bertambah. Sehingga, sebagai konsekuensinya, kemacetan akan terjadi. Hanya kesadaran diri sendiri saja yang bisa menyelamatkan diri kita masing-masing dari segala sesuatu yang (mungkin saja) bisa mengancam.
Share:

Jumat, 17 Agustus 2012

Liburan Panjang

Hari lebaran adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di Indonesia. Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, maka hari lebaran adalah hari kemenangan bagi semua yang merayakannya. Termasuk juga aku.

Aku selalu memanfaatkan hari libur panjang ini untuk sesuatu yang bermanfaat. Aku tidak ingin membuang-buang waktu dengan percuma, membuang-buang waktu dengan hal-hal yang mungkin tidak ada gunanya. Mungkin aku harus menyegarkan pikiranku, menyegarkan semuanya agar kembali dapat berfungsi dengan baik. Yah, liburan adalah satu-satunya hal yang sangat aku tunggu.

Sembari meminta maaf kepada keluarga dan semua orang-orang yang aku kenal dan mengenalku, aku seolah kembali ke diriku pada awalnya - kembali ke fitrah-ku. Itu adalah satu-satunya jalan aku bisa mensucikan diriku lagi.

Jadi, untuk semua yang kenal denganku, "minal aidin wal faidzin - mohon maaf lahir dan bathin". Semoga kita semua diberikan pahala dan anugerah berlipat atas silahturahmi ini oleh Allah SWT. Amin!
Share:

Minggu, 05 Agustus 2012

Banner Baru

Akhirnya, sukses juga aku membuat sebuah banner untuk blog-ku sendiri berkat tutorial dari seorang teman. Tadinya, aku pikir buat apa aku membuat sebuah banner, toh bertukar link saja sudah cukup. Tapi, hari ini tadi jari-jariku tanpa sengaja mengutak-atik google, dan menemukan sebuah cara yang paling mudah untuk bisa membuat banner blog menurut keinginan sendiri. Ternyata, caranya cukup mudah dan sama sekali tidak rumit.

Memang, ada sih, blog-blog yang menuturkan cara untuk membuat banner sendiri beserta link-nya, tapi caranya berbelit-belit dan tidak lengkap. Aku jadi tambah bingung. Tapi, akhirnya aku pun bisa membuatnya sendiri tanpa harus menempuh cara yang rumit.

Dari dulu, aku sebenarnya ingin membuat banner sendiri, tapi tidak pernah bisa. Teman-temanku juga banyak yang menanyakan padaku, 'mana banner-mu'. Jika sudah ditanya begitu, rasanya aku seperti gagal menjadi seorang blogger (lebay yah, hehe!), karena masa banner saja aku tidak punya. Sedikit malu juga. Tapi, semuanya sudah aku 'bayar' hari ini. Aku berhasil membuat banner sendiri. Rasanya senang sekali. Jadi, jika teman-teman berminat untuk bertukar banner denganku, silahkan saja copy-paste di widget bagian bawah sebelah kanan blog ini. Aku akan sangat senang sekali. Tapi, sebelumnya jangan lupa untuk isi guestbook-nya dulu yah, supaya aku bisa berkunjung balik ke blog kalian. Terima kasih sebelumnya!
Share: