Jalanan Surabaya Mulai Lengang

Ketika aku melintasi jalanan kota Surabaya yang biasanya ramai oleh hiruk-pikuknya kendaraan bermotor, kini sepi dan lengang yang sekilas seperti kota mati. Rasanya asing tatkala aku melihat keadaan seperti ini. Tapi, tentu saja, ini hanya sementara saja. Liburan kali ini aku sekeluarga memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dan yah, aku akui aku suka suasana kota yang lengang seperti ini - walau terkadang aku merasa aku seolah berada di kota lain.

Kulihat di kiri dan kanan jalan ketika aku melintas di sebuah lokasi yang biasanya ramai dikunjungi orang, kini hanya tersisa dedaunan yang jatuh dan seperti tidak terawat. Biasanya, musim sudah bergulir dari kemarau menjadi penghujan. Namun, kali ini tidak. Musim tak kunjung bergulir.

Bukan karena sebab lain, tetapi karena akhir-akhir ini cuaca memang sedang tidak menentu. Musim tak berjalan dengan seharusnya. Tapi, ya sudahlah. Toh, manusia tidak bisa mengatur musim seperti halnya manusia mengatur jam beker. 

Yang kupikirkan saat ini adalah bagaimana jika keadaan kota kelahiranku selalu sepi dan lengang seperti ini setiap hari. Mungkin aku tak perlu harus bangun pagi-pagi buta untuk berangkat beraktivitas. Haha, itu sih maunya setiap orang, kan? Tapi, mana mungkin bisa seperti itu? Setiap hari populasi kota-kota besar selalu bertambah, dan logikanya volume kendaraan bermotor pun juga akan bertambah. Sehingga, sebagai konsekuensinya, kemacetan akan terjadi. Hanya kesadaran diri sendiri saja yang bisa menyelamatkan diri kita masing-masing dari segala sesuatu yang (mungkin saja) bisa mengancam.

Komentar

Postingan Populer