Kamis, 27 Desember 2012

End of the year

Akhir tahun 2012, saatnya orang mereview kembali apa yang sudah mereka perbuat sepanjang tahun belakangan kemarin. Mungkin memang tak selalu benar, karena manusia memang tempatnya salah, kan..?? Tapi, setidaknya manusia bisa introspeksi diri dan berkaca tentang apa yang salah dengan dirinya.

Dan, itu yang selalu aku lakukan.

Aku selalu berkaca dan belajar dari pengalaman hidup yang telah aku jalani. Tak mudah memang menjadi seorang aku. Lagipula, kupikir nasib dan perjalanan hidup setiap insan manusia pastinya berbeda. Artinya, hidup dan nasib tiap-tiap manusia tak ada yang sama, dan itulah mengapa setiap satu manusia dan manusia lainnya bisa saling melengkapi. 

Akhir tahun bukanlah akhir dari segalanya, tapi akhir dari sekian keburukan, kesalahan, kekhilafan, dan lain-lain yang telah kita lakukan dengan atau tanpa sengaja. Maka dari itu mengapa ada resolusi setiap tahun baru hampir menjelang. Dan, percayalah, bahwa Tuhan akan selalu memaafkan dari apa yang telah kita perbuat, asalkan kita mau bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Share:

Senin, 24 Desember 2012

Penghujung Tahun dan Sejuta Harapan

Sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku memulai tahun 2012, sekarang tahun itu sudah hampir berakhir. Tak bisa kupungkiri bahwa dengan bertambahnya tahun, maka usiaku pun juga ikut bertambah. Meski aku tak seberapa ingat lagi apa yang sudah kulalui ketika usiaku sebelum ini, tapi aku tak pernah sekali pun meninggalkan masa laluku. Aku tetap menghargai masa laluku sebagai bentuk pembelajaran yang sungguh berarti. Aku tak mungkin sampai di masa ini tanpa melalui masa laluku. Benar, kan? Uh, mengerikan rasanya tatkala mengingat kembali apa yang telah terjadi padaku beberapa tahun yang lalu ketika aku berada di ambang kehancuran. Sesuatu yang seharusnya bisa menjadikanku seseorang yang lebih baik, tapi justru semakin membuatku terpuruk tanpa bisa berjalan di jalanku yang sesungguhnya. 

Kendati demikian, aku tetap menganggap apapun itu - meskipun buruk - sebagai separuh aku. Sebagian dari diriku yang harus menjadikan pembelajaran buruk itu sebagai sesuatu yang penting agar tidak terjadi lagi di jalur hidupku di masa depan. Tuhan telah menciptakanku sebagai manusia sejak aku dilahirkan ke dunia, dan bukannya sebagai keledai yang mungkin akan jatuh ke lubang yang sama dua kali ketika hewan itu telah melakukan kesalahan untuk kali pertama.

Oh, ayolah, tahun 2012 sudah hampir berakhir. Aku tak ingin terus-menerus terpuruk hanya karena sesuatu yang seharusnya sudah kutinggalkan sejak lama. Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bertaubat, aku yakin itu. Jadi, praktis kesempatan emas itu takkan kusia-siakan. Aku ingin bangkit dan memperbaiki hidupku. 

"So, goodbye the painful 2012, and welcome a (I hoped) shiny 2013."
Share: