Penghujung Tahun dan Sejuta Harapan

Sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku memulai tahun 2012, sekarang tahun itu sudah hampir berakhir. Tak bisa kupungkiri bahwa dengan bertambahnya tahun, maka usiaku pun juga ikut bertambah. Meski aku tak seberapa ingat lagi apa yang sudah kulalui ketika usiaku sebelum ini, tapi aku tak pernah sekali pun meninggalkan masa laluku. Aku tetap menghargai masa laluku sebagai bentuk pembelajaran yang sungguh berarti. Aku tak mungkin sampai di masa ini tanpa melalui masa laluku. Benar, kan? Uh, mengerikan rasanya tatkala mengingat kembali apa yang telah terjadi padaku beberapa tahun yang lalu ketika aku berada di ambang kehancuran. Sesuatu yang seharusnya bisa menjadikanku seseorang yang lebih baik, tapi justru semakin membuatku terpuruk tanpa bisa berjalan di jalanku yang sesungguhnya. 

Kendati demikian, aku tetap menganggap apapun itu - meskipun buruk - sebagai separuh aku. Sebagian dari diriku yang harus menjadikan pembelajaran buruk itu sebagai sesuatu yang penting agar tidak terjadi lagi di jalur hidupku di masa depan. Tuhan telah menciptakanku sebagai manusia sejak aku dilahirkan ke dunia, dan bukannya sebagai keledai yang mungkin akan jatuh ke lubang yang sama dua kali ketika hewan itu telah melakukan kesalahan untuk kali pertama.

Oh, ayolah, tahun 2012 sudah hampir berakhir. Aku tak ingin terus-menerus terpuruk hanya karena sesuatu yang seharusnya sudah kutinggalkan sejak lama. Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bertaubat, aku yakin itu. Jadi, praktis kesempatan emas itu takkan kusia-siakan. Aku ingin bangkit dan memperbaiki hidupku. 

"So, goodbye the painful 2012, and welcome a (I hoped) shiny 2013."

Komentar

Postingan Populer