Kamis, 21 Maret 2013

Komunikasi adalah Kunci Utama

Bulan Februari mungkin memang ditakdirkan sebagai bulan penuh cinta. Tak kupungkiri bahwa pertamakalinya aku menemukan seseorang yang bisa mengisi hari-hari hampaku di bulan ini. Seseorang yang jauh di mata, namun dekat di hati. Aku baru memiliki Blackberry di bulan yang sama dengan operator kesayanganku Simpati dari Telkomsel. Sebuah operator dengan jaringan baik, namun tarif terjangkau.

Karena merupakan pengguna baru Blackberry, maka aku harus bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah menggunakan Blackberry dengan operator Simpati. Dan, mereka bilang, "Pake aja paketan Simpati New Blackberry Sosialita, Nis. Jatuhnya lebih murah, tapi fiturnya melimpah."

Lalu, aku coba aktifkan paket Simpati New Blackberry Sosialita seperti yang disarankan temanku. Dan, hasilnya sungguh menakjubkan. Disaat operator yang lain membuat para penggunanya mengeluh karena lelet, operator Simpati New Blackberry Sosialita terus menerjang badai tanpa kenal lelah. Saluuuttt!!!

Kecepatan kemampuan browsing yang ada dalam Simpati New Blackberry Sosialita mampu membuatku merasakan jatuh cinta lagi, dan memiliki ribuan teman baru (lagi). Terutama, ketika digunakan untuk membuka twitter atau facebook - dimana ketika aku masih belum memiliki Blackberry dan aku masih menggunakan layanan BIS (Blackberry Internet Service) dengan meminjam milik teman - layanan internet itu sungguh buruk dan sama sekali berbeda dengan yang kumiliki sekarang saat aku menggunakan Simpati New Blackberry Sosialita.

Terkadang, aku takut kalau jangan-jangan jaringan lelet atau empty dan aku gak bisa balas tweet seseorang disana atau hanya sekedar mengucapkan "Happy Birthday" saat dia ulang tahun di wall FB-nya. Tapi, dugaan-dugaanku semuanya meleset, karena ternyata layanan Simpati New Blackberry Sosialita sungguh memuaskan dan aku tetap bisa menjalin komunikasi yang lancar dengan pasangan melalui social media. Bagaimana pun juga, komunikasi bagi kami adalah kunci utama untuk menjaga suatu hubungan agar tetap harmonis.
Share:

Kamis, 14 Maret 2013

Anything Could be Happen

Manusia adalah makhluk paling sempurna di jagat raya, tapi manusia memiliki derajat yang sama dengan makhluk hidup lainnya di mata Sang Pencipta. Untuk suatu kehidupan, manusia takkan ada yang bisa meramalkannya secara pasti karena semua adalah rahasia-Nya.

Seperti halnya masa depan. Tak satu pun dari manusia-manusia itu yang bisa memprediksinya dengan tepat dan benar sama sekali. Kalaupun ada, pasti ada satu dan lain hal yang tertinggal alias tidak sesuai. Terkadang, paranormal atau peramal pun juga bisa salah dalam meramalkan sesuatu. Itu menandakan bahwa manusia tak memiliki kuasa apa-apa atas perihal ramal-meramal.

Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa sampai di tahap ini (lagi). Dan, baru saat ini, aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan. Meski terkadang, ada terbersit sedikit keraguan, tapi secara keseluruhan aku bahagia. Kendati demikian, aku tak berani melihat masa depan yang ada di hadapanku, sebelum aku benar-benar yakin dengan apa yang menjadi pilihanku. Ini patut disyukuri, dan benar kan apa kataku : anything could be happen with or without awareness.
Share: