Jumat, 25 Oktober 2013

Four Days Less

Ada yang mengatakan bahwa bulan Oktober adalah bulan penuh cinta atau yang semacamnya. Aku pun juga tak sekali duakali pernah mendengar "mitos" itu. Tapi, apapun itu, semua hari atau semua bulan sama saja. Tak ada yang istimewa.

Bicara soal bulan penuh cinta, masyarakat juga mempercayai bahwa Februari juga satu bulan dimana banyak mereka di berbagai belahan dunia merayakan Valentine's Day. Lalu, tepat sebulan setelahnya ada "jawaban" dari apa yang diucapkan pada saat sepasang kekasih mengikat janji. Itu adalah White's Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 Maret. Jadi, kesimpulannya? Semua bulan adalah bulan baik, tergantung bagaimana kita memandangnya.

Sekarang mungkin aku hanya ingin fokus ke tanggal setelah tanggal 25 Oktober - empat hari yang tersisa sebelum Oktober mengakhiri orbitnya. Salah satu hari istimewa yang tidak pernah mengurangi keistimewaan hari-hariku biasanya. Banyak yang ingin kulakukan, tapi aku mungkin hanya bisa melakukan apa yang "ada" dan "tersedia" pada saat datangnya hari itu - dengan tidak pernah mengurangi kadar perasaan yang ada di hatiku.

Happy October!! :)

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Minggu, 20 Oktober 2013

Bersabar?

Cukup lama juga aku tidak update blog, yah walaupun baru beberapa hari yang lalu sih. Tapi, rasanya seperti sudah berbulan-bulan. Selain aku tidak sempat online di PC, pekerjaanku belakangan juga menggila, sehingga, jangankan menulis, terbersit ide saja juga jarang-jarang. Tulisan ini pun aku tulis dari ponsel, hehe..

Ok, kembali ke topik. Aku ingin bicara soal kesabaran. Apa sih yang dimaksud dengan sabar yang sesungguhnya? Setiap manusia memang memiliki kesabaran, tapi kesabaran itu pun tentunya memiliki sebuah titik akhir yang dinamakan titik jenuh atau batas tertentu.

Mungkin memang aku cukup sabar menghadapi apapun yang terjadi beberapa hari belakangan. Tapi, ada kalanya juga aku ingin marah, meski terkadang aku hanya meluapkan kemarahanku dengan airmata. Kupikir itu sudah lebih baik daripada aku harus meluapkannya dengan kata-kata. Dan aku adalah aku yang hanya ingin jadi diri sendiri, yang berdiri diatas dua kakiku.

Lalu, sekarang pertanyaannya adalah apa kau masih bisa bersabar disaat kau seharusnya marah?

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Kamis, 03 Oktober 2013

Dunia Kecilku

Suntuk dan pening. Itu yang aku rasakan kemarin. Sungguh luar biasa jika aku (masih) bisa melaluinya dengan senyuman. Menulis ini pun tadinya mataku seolah diselimuti kantuk yang amat sangat. Tapi, buatku, yang sudah lalu biarlah berlalu.

Aku tak pernah mengingkari dengan apa yang aku lakukan dulu dan sekarang. Rasanya sama saja. Perubahan pun tak banyak terjadi. Yang sangat kentara hanyalah perubahan usia. Secara keseluruhan, aku adalah aku. Dan...

"Aku tak pernah bisa berdamai dengan dunia nyata."

Itu pernyataan yang lumayan menyakitkan didengar telinga, bahkan telingaku sendiri. Entahlah. Dunia seolah berkonspirasi untuk membuatku tidak bisa berdamai dengan kehidupan nyataku. Kesalahan demi kesalahan seperti berlomba-lomba untuk membuatku menyesal dengan apa yang aku lakukan. Pertanyaannya cuma satu : "Just, why me..?"

Dan, sebaliknya...
"Aku hanya bisa berdamai dengan dunia kecilku, dunia maya, yang selalu bisa membuatku tersenyum."

Bukan seperti dunia maya dengan "maya" yang tak tersentuh ujung jari. Dunia yang sudah memberiku segalanya yang kuinginkan, yang tak bisa kudapat di dunia nyata....

Dia. Seseorang yang selalu bisa membuatku nyaman dengan semua tutur kata lembutnya. Menenangkanku disaat aku nyaris tidak bisa mengendalikan emosiku. Pacar yang perhatian dan selalu bisa membuatku percaya bahwa dunia ini cukup adil. Termasuk padaku.

"Terima kasih. Kelak aku semakin percaya bahwa duniaku tak hanya dunia kecil di genggaman tanganku, tapi juga dunia luas nan nyata yang terbentang di angkasa, dengan adanya kamu di dalamnya. I Love You!" 
Share: