Minggu, 20 Oktober 2013

Bersabar?

Cukup lama juga aku tidak update blog, yah walaupun baru beberapa hari yang lalu sih. Tapi, rasanya seperti sudah berbulan-bulan. Selain aku tidak sempat online di PC, pekerjaanku belakangan juga menggila, sehingga, jangankan menulis, terbersit ide saja juga jarang-jarang. Tulisan ini pun aku tulis dari ponsel, hehe..

Ok, kembali ke topik. Aku ingin bicara soal kesabaran. Apa sih yang dimaksud dengan sabar yang sesungguhnya? Setiap manusia memang memiliki kesabaran, tapi kesabaran itu pun tentunya memiliki sebuah titik akhir yang dinamakan titik jenuh atau batas tertentu.

Mungkin memang aku cukup sabar menghadapi apapun yang terjadi beberapa hari belakangan. Tapi, ada kalanya juga aku ingin marah, meski terkadang aku hanya meluapkan kemarahanku dengan airmata. Kupikir itu sudah lebih baik daripada aku harus meluapkannya dengan kata-kata. Dan aku adalah aku yang hanya ingin jadi diri sendiri, yang berdiri diatas dua kakiku.

Lalu, sekarang pertanyaannya adalah apa kau masih bisa bersabar disaat kau seharusnya marah?

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

4 komentar:

  1. Waaahh sabar yaa mbak.. Pasti dia bisa bersabar! :)

    BalasHapus
  2. nampaknya ada yang sedang di uji tingkat kesabarannya.
    marah boleh, itu emang salah satu sifat yang ada pada manusia tapi harus liat tempat dan waktu

    BalasHapus