Kamis, 03 Oktober 2013

Dunia Kecilku

Suntuk dan pening. Itu yang aku rasakan kemarin. Sungguh luar biasa jika aku (masih) bisa melaluinya dengan senyuman. Menulis ini pun tadinya mataku seolah diselimuti kantuk yang amat sangat. Tapi, buatku, yang sudah lalu biarlah berlalu.

Aku tak pernah mengingkari dengan apa yang aku lakukan dulu dan sekarang. Rasanya sama saja. Perubahan pun tak banyak terjadi. Yang sangat kentara hanyalah perubahan usia. Secara keseluruhan, aku adalah aku. Dan...

"Aku tak pernah bisa berdamai dengan dunia nyata."

Itu pernyataan yang lumayan menyakitkan didengar telinga, bahkan telingaku sendiri. Entahlah. Dunia seolah berkonspirasi untuk membuatku tidak bisa berdamai dengan kehidupan nyataku. Kesalahan demi kesalahan seperti berlomba-lomba untuk membuatku menyesal dengan apa yang aku lakukan. Pertanyaannya cuma satu : "Just, why me..?"

Dan, sebaliknya...
"Aku hanya bisa berdamai dengan dunia kecilku, dunia maya, yang selalu bisa membuatku tersenyum."

Bukan seperti dunia maya dengan "maya" yang tak tersentuh ujung jari. Dunia yang sudah memberiku segalanya yang kuinginkan, yang tak bisa kudapat di dunia nyata....

Dia. Seseorang yang selalu bisa membuatku nyaman dengan semua tutur kata lembutnya. Menenangkanku disaat aku nyaris tidak bisa mengendalikan emosiku. Pacar yang perhatian dan selalu bisa membuatku percaya bahwa dunia ini cukup adil. Termasuk padaku.

"Terima kasih. Kelak aku semakin percaya bahwa duniaku tak hanya dunia kecil di genggaman tanganku, tapi juga dunia luas nan nyata yang terbentang di angkasa, dengan adanya kamu di dalamnya. I Love You!" 
Share:

6 komentar: