Taman Bungkul Kebanggan Surabaya

Kali pertama aku mengenal taman ini sekitar tahun 1990. Masih tergambar jelas di ingatanku bagaimana bentuk rupa taman yang sekarang menjelma menjadi taman superindah nan bersih, sehingga layak dijadikan sebagai sebuah ikon kota itu.

Dulu, taman ini hanya dipenuhi dengan rumput setinggi ilalang, dan beberapa mainan mirip di sekolah Taman Kanak-kanak. Tak ada yang istimewa, kecuali aura mistisnya yang masih bisa kuingat hingga detik ini.

Kini, Taman Bungkul sudah berhasil mengubah image-nya menjadi taman yang layak untuk dikenal dunia. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, nyaris tak ada taman serupa yang mampu menyainginya.

Religi. Ekonomi. Wisata. Olahraga. Adalah empat unsur utama kriteria taman ideal yang harus dimiliki sebuah spot area. Dan, Taman Bungkul memilikinya, dengan ditambah lagi sebuah sentuhan teknologi Wi-Fi demi melengkapi fasilitas yang ada di taman tersebut.

Ini kali kedua taman ini menerima penghargaan. Yang pertama adalah pada tahun 2011 dan sekarang sebuah penghargaan PBB bertajuk "The 2013 Asian Townscape Sector Award" berhasil diraihnya.

Semoga masyarakat Surabaya bisa menjaga fasilitas umum ini dengan baik dan akan tetap lestari hingga jangka waktu yang tidak ditentukan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

  1. mudah2an di jaga dan riwayat dengan baik, udah di kasih fasilitas keren neh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iyaahh, amiinn... :)
      Thanks, Om

      Hapus
    2. saya tunggu kunjungannya di blog saya :)
      sudah saya follow blog anda, jangan lupa follow juga blog saya.
      terimakasih, salam kenal saya blogger baru
      salam hangat Goglees :)

      Hapus
    3. Okay, aku udah visit blog kamu yah, dan udah follow juga...
      Makasih udah komen, dan selamat datang di dunia blogger :)

      Hapus
  2. 1990...?? Aku 1990 baru umur setahun...
    Ke Bungkul baru sekali, sekalian ziarah salah satu wali dekat sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iyaa, aku aja baru kelas 1 SD.
      Iyaa, itu dia yang sampe sekarang masih ada aura-aura mistisnya.. :)
      Kapan ke Surabaya lagi??

      Hapus
  3. Saya terakhir ke Bungkul tahun 2009. Naik kereta ekonomi malam dari Jogja trus turun di stasiun Wonokromo. Terus menggembel nunggu siang di taman Bungkul, Udah kayak gelandangan aja, hahaha. Tapi memang suasananya teduh, enak buat istirahat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, enak sih kalau buat bersantai ataupun piknik gitu. Suasananya teduh, dan menurutku nggak ngebosenin.. :)
      Sekarang, malah lebih bagus lagi dibanding tahun 2009 lalu.
      Thanks yah buat komennya, salam kenal :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer