Rabu, 01 Januari 2014

Awal Tahun dan Sejumput Asa

Apa yang kadang terpikir di benakmu tatkala awal tahun mengunjungimu? Kau pasti meletakkan sejumlah harapan, cita-cita, dan juga mimpi, kan? Ah, ya pasti, mimpi. Terbersit betapa aku kini begitu jauh dari kata 'percaya' lagi dengan mimpi. Apa sih mimpi? Hanya sebuah angan-angan dan bunga tidur yang jika kau beruntung, kau akan bisa meraihnya.

Mungkin tak harus sepicik itu. Tapi, memang, aku tak ingin lagi terlalu bergantung pada mimpi. Jika harapan masih memberiku jalan untuk kulalui, maka aku tak lagi bermimpi untuk menjadi seperti seorang putri dalam negeri dongeng.

Ini baru awal tahun yang benar-benar baru. Semua orang pasti berharap tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Itu sudah bisa ditebak. Karena, sifat dasar manusia yang menuntun untuk kesana, menjadi sosok pribadi yang baik dari hari ke hari, hingga tahun ke tahun.

Sementara aku? Aku pastinya juga berharap demikian. Namun, aku lebih mengutamakan fokus pada penyelesaian konflik yang terjadi pada diriku sendiri terlebih dahulu, sebelum akhirnya aku mengikuti hakikat manusia pada umumnya.

Aku tak ingin banyak menulis. Selain aku masih belum bisa membuat 'normal' otakku yang sempat kaku dan terkena syndrom 'tak bisa berpikir', aku juga ingin meregangkan seluruh tulang sendiku dan siap untuk menghirup udara segar demi menapaki satu jalan menjemput impian.

"HAPPY NEW YEAR 2014!! Hope it will be better than never."
Share:

2 komentar:

  1. Met tahun baru, Dhanissss...! moga sejumput itu bisa jadi sekeranjang! >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, lama gak ketemu ya... apa kabar??
      Amiiinnn!! Kalo udah sekeranjang, truz jadi segudang yaa...?? :D
      Thanks for comment! :)
      Happy New Year 2014!!

      Hapus