Rabu, 30 Juli 2014

One Spot

Seperti sebelumnya dan seperti yang sudah-sudah, aku tak pernah menyangka aku akan sampai di titik ini. Rasanya seperti mimpi, sungguh. Tapi, bukankah memang seperti itu? - bahwa manusia memang tak pernah tahu apa yang dirahasiakan dan dihadiahkan Tuhan untuknya? Asal manusia itu mau berdoa, berusaha, dan memohon dengan kesungguhannya, apapun yang diinginkannya akan terkabul. Tapi, aku takkan pernah berhenti mengucap syukur atas apa yang telah dihadiahkan-Nya untukku. Semua ini sungguh indah, dan tak pernah kuduga.

Sebuah titik dimana aku terjatuh dan kemudian aku menemukan harapan baru untuk masa depanku. Sebuah titik dengan bongkahan cahaya yang mahaterang, bersiap menuntunku menuju gerbang itu. Ini adalah anugerah. Dan, aku takkan pernah berhenti atau lupa kepada siapa aku harus mengucap syukur atas semua ini.

Jika kau bertemu Tuhan dalam tidurmu,aku titipkan pesan atas pertanyaanku,apakah Dia membuatmu dari semacam zat candu? Aku selalu merindukanmu...
(From : Soulmate.com by Jessica Huwae)
Share:

Kamis, 24 Juli 2014

Flashback Sebelum Memaafkan

Bergabung di sebuah komunitas itu sebenarnya bukan tipeku. Aku memang suka menulis dan membuat sebuah karya tulis. Tapi, aku kurang suka jika aku harus bergabung dengan komunitas penulis atau yang semacamnya. Itu mungkin ya sebabnya aku gagal mewujudkan impianku menjadi penulis menjadi kenyataan, hehe, oke lupakan! Aku lebih suka mempublikasikan karyaku dengan caraku sendiri. Seperti, yang pernah ada (sampai sekarang juga mungkin masih ada) sebuah situs dimana kita sebagai penulis bisa menerbitkan tulisan kita sendiri menjadi sebuah buku atau novel, layaknya penulis terkenal. Hanya saja, hingga saat ini aku belum sempat mencobanya, karena memang aku sudah jarang sekali menulis. Bukan karena malas, tapi aku tak punya cukup banyak waktu. Kecuali, jika ada jatah liburan panjang. 

Baiklah, kembali ke pembicaraan komunitas. Menurutku, sebuah komunitas bisa sangat menguntungkan dan bisa juga merugikan. Oke, semua hal memang ada plus-minusnya, aku percaya itu. Dan, semua hal juga pastilah ada untung-ruginya. Begitu pula lah yang terjadi padaku.

Aku mengaku bahwa aku memang beruntung bisa bergabung di sebuah komunitas (yang takkan kusebutkan namanya dan cukup hanya aku yang tahu). Aku pun berhutang banyak ilmu disana. Kemampuan menulisku memang tak pernah surut, namun aku merasa bahwa ilmu tentang dunis tulis-menulis itu sendiri yang bertambah.

Hanya saja, sebuah komunitas harus selalu bertemu dengan banyak kelompok orang per orang. Dan, mereka memiliki karakter dan perilaku yang berbeda-beda. Sifat dasar manusia adalah masyarakat yang majemuk. Karenanya, sudah sepantasnya jika kita harus bisa menerima segala perbedaan yang ada.

Aku tahu dan aku sadar itu semua. Hanya, terkadang aku merasa risih dan seolah merasa terganggu dengan apa yang ada di sekitarku. Aku merasa bahwa privasiku seakan terusik. Pada kenyataannya, aku tak pernah mengusik privasi siapapun. But, why? Yang ada justru malah aku yang tersudut dan sempat kehilangan milikku yang paling berharga.

Tapi, sudahlah. Itu adalah masa lalu. Aku hanya sedikit flashback. Sebelum hari yang fitri menjelang, aku ingin melupakan semuanya setelah sebelumnya aku memaafkan semuanya. Jadi, setelah aku menguburnya dalam-dalam aku tak perlu lagi mengingatnya. Aku hanya perlu belajar dari semuanya.
Share:

Sabtu, 19 Juli 2014

Islamic Day 2014

Bagaikan naik pesawat jet, hari lebaran sudah tinggal sebentar lagi. Setiap tahun hari lebaran selalu maju sekitar 11 hari. Jadi, tidak mengherankan juga jika lebaran kali ini jatuh pada bulan Juli. Semua orang tahu hari lebaran sama artinya dengan hari kemenangan. Oke, aku tahu apa maksudnya itu. Setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, maka semuanya bisa terbayarkan dengan perayaan hari lebaran. Itu adalah arti pada umumnya.

Kemudian, arti pada khususnya bisa jadi berbeda-beda untuk tiap-tiap individu. Tergantung dari apa yang mereka ingin capai di hari kemenangan tahun ini. Apakah menjadi lebih baik ataukah masih perlu perbaikan disana-sininya.

Sama juga denganku. Tiap tahun aku selalu menargetkan sesuatu yang harus aku capai di tahun berikutnya. Mungkin ada beberapa yang memang harus ditunda hingga tahun depan lagi. Tapi, dengan tidak mengurangi apapun yang menjadi porsi target itu sendiri.

Aku pun yakin, bahwa tak hanya aku saja yang memiliki impian yang bukan sekedar angan. Kamu juga. Semua orang juga. Iya, kan? Hanya, mungkin saja, cara untuk mewujudkan impian mereka dan caraku mewujudkan impianku berbeda. Itu sudah pasti, karena sifat manusia itu universal dan independen.

Ramadan tahun ini bagiku adalah ramadan terindah dan paling banyak memberikan kesan. Terutama, karena aku menghabiskan satu bulan berpuasaku bersamanya. Sungguh membahagiakan. Tak ada yang lebih berkesan selain berpuasa dengan orang terkasih, kan? Dan, ramadan tahun ini memang ramadan yang paling ber-momentum. Kenapa? Karena tepat pada ramadan ini pula Piala Dunia 2014 digelar, dan tim jagoanku, Jerman, yang notabene-nya baru menjadi juara dunia tiga kali itu memenanginya pada laga yang digelar 14 Juli lalu di stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil. Amazing! :D

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H! Mohon Maaf Lahir dan Bathin..."
Share:

Rabu, 09 Juli 2014

Indonesia on President's Election Day 2014

Juli 2014.

Masa kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia akan segera berakhir. Dan, beliau sudah tidak mungkin lagi mencalonkan dirinya di pemilihan presiden untuk tahun berikutnya, meski mungkin banyak diantara masyarakat yang masih menginginkannya kembali menjabat. Ini adalah jaman orde baru. Bukan lagi di jaman Bapak Soeharto dimana beliau bisa menjabat sebagai presiden hingga 3 dekade berturut-turut.

Jika kita mau flashback ingatan kita ke jaman itu, tentunya kita tahu dan sadar apa yang salah dengan negeri ini hingga sampai mengalami keterpurukan, terutama dalam aspek Ekonomi. Banyak terjadi huru-hara, dan keadaan negara kacau-balau. Seolah kita kembali ke jaman penjajahan. Ya, mungkin saja tahun itu adalah tahun penjajahan dalam versi lain. Indonesia dijajah oleh rakyatnya sendiri. Dijajah oleh keegoisan bangsa ini sendiri. 

Tapi, tak ada asap jika tak ada api, dan tak ada akibat jika tak ada sebab. Itu semua adalah masa lalu bangsa ini. Masa lalu kita semua. Dan, dari itu semua kita bisa belajar. Belajar untuk sama-sama memperbaiki pilar-pilar bangsa yang nyaris roboh. 

Semoga saja dengan pemilihan presiden untuk masa jabatan tahun 2014 hingga 2019 ini bisa membuat Indonesia menjadi semakin baik dan bisa berkompetisi serta bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia. Itu adalah mimpi dan harapan kita semua, kan?
Share: