Islamic Day 2014

Bagaikan naik pesawat jet, hari lebaran sudah tinggal sebentar lagi. Setiap tahun hari lebaran selalu maju sekitar 11 hari. Jadi, tidak mengherankan juga jika lebaran kali ini jatuh pada bulan Juli. Semua orang tahu hari lebaran sama artinya dengan hari kemenangan. Oke, aku tahu apa maksudnya itu. Setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, maka semuanya bisa terbayarkan dengan perayaan hari lebaran. Itu adalah arti pada umumnya.

Kemudian, arti pada khususnya bisa jadi berbeda-beda untuk tiap-tiap individu. Tergantung dari apa yang mereka ingin capai di hari kemenangan tahun ini. Apakah menjadi lebih baik ataukah masih perlu perbaikan disana-sininya.

Sama juga denganku. Tiap tahun aku selalu menargetkan sesuatu yang harus aku capai di tahun berikutnya. Mungkin ada beberapa yang memang harus ditunda hingga tahun depan lagi. Tapi, dengan tidak mengurangi apapun yang menjadi porsi target itu sendiri.

Aku pun yakin, bahwa tak hanya aku saja yang memiliki impian yang bukan sekedar angan. Kamu juga. Semua orang juga. Iya, kan? Hanya, mungkin saja, cara untuk mewujudkan impian mereka dan caraku mewujudkan impianku berbeda. Itu sudah pasti, karena sifat manusia itu universal dan independen.

Ramadan tahun ini bagiku adalah ramadan terindah dan paling banyak memberikan kesan. Terutama, karena aku menghabiskan satu bulan berpuasaku bersamanya. Sungguh membahagiakan. Tak ada yang lebih berkesan selain berpuasa dengan orang terkasih, kan? Dan, ramadan tahun ini memang ramadan yang paling ber-momentum. Kenapa? Karena tepat pada ramadan ini pula Piala Dunia 2014 digelar, dan tim jagoanku, Jerman, yang notabene-nya baru menjadi juara dunia tiga kali itu memenanginya pada laga yang digelar 14 Juli lalu di stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil. Amazing! :D

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H! Mohon Maaf Lahir dan Bathin..."

Komentar

  1. Saat ini aku sedang berada di titik tanpa keinginan, selain melihat anak dan istriku sehat dan selalu ceria.

    Kok ujung2nya nyeritain piala dunia, syg bgt jagoanku kalah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia selalu memiliki titik jenuh atau yang semacamnya. Hanya saja gimana caranya kita bisa tetap semangat menjalaninya.

      Haha, kan emang puasaan tahun ini bener-bener bermakna buatku. Thanks for comment.

      Hapus
  2. Love your inspiring post :)

    xoxo
    http://singingthumbelina.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer