Senin, 27 Oktober 2014

Time is Uncompromised

Pernah nggak sih kalian merasa menyesal dengan waktu yang udah berlalu? Pasti pernah! Bohong kalau bilang 'tidak pernah'. Dan, pastinya kata pertama yang kalian ucapkan adalah, "Kenapa ya nggak dari kemarin-kemarin?" Is that true? Absolutely, YES!! :)

Haha, itulah manusia. Itulah kita. Tipikal manusia Indonesia ya seperti itu. Selalu melakukan segala sesuatunya berdekatan dengan deadline atau hari H, padaahal jika dilakukan jauh-jauh hari segala sesuatunya akan bisa lebih terorganisir. Betul? 

Bandingkan saja dengan masyarakat Jepang. Hidup mereka seolah sudah terjadwal. Artinya, dalam otak mereka seperti sudah ada list khusus tentang apa yang harus mereka lakukan saat ini, beberapa jam ke depan, beberapa hari sesudahnya, atau bahkan beberapa bulan ke depan! Aku bicara seperti ini bukan hasil imajinasiku, tapi memang kenyataan. Bertahun-tahun aku bekerja dengan mereka dan aku seperti robot kebakaran jenggot. Bagaimana tidak? Aku diharuskan untuk mengerjakan pekerjaan dari mereka untuk akhir bulan November dan awal Desember! See? Sekarang masih bulan apa? Bahkan, bulan Oktober pun belum juga berakhir.

Itu tadi satu contoh tentang tipikal dan pola hidup manusia. Dan, sekarang jika aku ingin menerapkan pola hidup seperti itu jelas tidak mungkin. Salah satu ciri manusia adalah majemuk, yang artinya berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama. 

Lalu, apakah pola hidup tersebut berpengaruh pada waktu? Again, absolutely YES! Sekarang, jika kita menunda-nunda pekerjaan, apa tidak ada hubungannya dengan waktu? Pastinya ada, dan hubungan dengan waktu begitu kental seperti adonan tepung bercampur dengan telur #ehapasih :D

Jika sudah menyangkut waktu, kita toh tidak bisa apa-apa. Waktu takkan bisa diputar kembali. Tak ada ceritanya waktu berjalan mundur, kecuali kalau kau hidup di negeri dongeng. Tapi, waktu hanya bisa diperkirakan untuk masa yang akan datang. Kita bisa menebak dan merencanakan ketika waktu sudah sampai di perkiraan itu. Dan, apa yang terjadi saat itu adalah hasil dari apa yang telah kita lakukan dan usahakan di waktu sebelumnya. 

"Always be remembered that time is never be compromise. So, take your time wisely".
Share:

Senin, 20 Oktober 2014

Walking Paradise

Tadinya aku berpikir bahwa mungkin aku tak akan menulis lagi, lantaran belakangan aku sering 'meninggalkan' blog-ku kosong tanpa ada tulisan satu pun. Tapi, entahlah, mungkin juga kegemaranku akan dunia tulis-menulis seolah mematahkan semuanya. Secara tak sengaja, jari-jariku mulai merangkaikan kata demi kata hingga membentuk sebuah tulisan. 

Dan, inilah duniaku.

Dunia dengan segala keunikan di dalamnya. Tapi mungkin juga tak demikian bagi orang lain. Aku tahu bahwasanya setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda-beda, pun itu tak bisa dipaksakan. Hanya saja, tahukah mereka, mengertikah mereka bahwa mereka pun memiliki 'sesuatu' yang bisa mereka sebut dengan 'walking paradise'?

Oh, Man! Yang aku tahu hanyalah, aku memiliki dunia yang sungguh indah... seolah aku bisa menggenggamnya dengan kedua belah tanganku. Begitu nyata. Begitu indah.

Kau tahu apa arti keindahan? Keindahan yang bukan hanya melulu tentang pemandangan eksotis nan permai, tapi lebih... dan lebih dari sebuah kata 'eksotis'! Juga bukan bagian dari mimpi. This is not a dream! Aku tidak sedang berbicara tentang mimpi, atau mimpi yang masih dibalut lagi dengan mimpi.

Ini tentang segalanya!

Segala yang aku sebut dengan 'walking paradise'. Ya, semacam surga dunia... surgaku, my paradise. Dan, disinilah aku sekarang... menginjakkan kaki di tempat ini, dan menemukan sesosok pangeran impian yang mampu mengubah dunia kelamku menjadi buliran salju yang menyejukkan sukma.

"I Love You, G!"
Share: