Selasa, 24 Mei 2016

Monday Gown

Bukan sebuah hal yang mustahil jika aku uring-uringan setiap tiba hari Senin. Haha, mungkin efek istilah 'I hate Monday' masih melekat pada diriku yaa. Padahal itu kan istilah bagi anak-anak sekolahan atau kuliah dimana mata kuliah untuk hari itu (biasanya) sedang padat-padatnya. Tapi, bagiku istilah 'I hate Monday' masih juga berlaku karena (memang) pekerjaanku begitu banyak dan bejibun, ditambah pula dengan suasana hatiku yang sedang tidak menentu. 

Mungkin karena kelelahan atau apa, tiba-tiba saja mataku begitu berat dan rasanya bagai ditarik ke bawah oleh tangan-tangan setan, sehingga hawa mengantuk menyerangku bertubi-tubi. Tapi, aku berusaha mengatasinya dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah mencuci muka. Mendengarkan musik juga bisa menjadi 'obat mujarab' untuk mengusir kantuk yang amat sangat. 

Meski tak banyak membantu namun setidaknya lumayan mengurangi rasa kantukku. Dan, pada akhirnya, aku bisa survive dengan senyuman. Sebuah 'kulit' di hari Senin yang melelahkan? Sebuah 'gaun' di hari Senin yang membosankan? Atau, sebuah 'kemasan' di hari Senin yang sungguh enggan untuk dilalui? Entahlah, mungkin bukan dikatakan sebagai senyuman, atau kulit, atau gaun, atau kemasan, atau apalah namanya. Menurutku lebih kepada rasa simpatik. Setelah sehari penuh dilalui dengan sungguh padat, alangkah baiknya jika semua itu dihapus dengan senyuman demi menyambut esok pagi yang lebih baik. Semua orang tahu bahwa sebuah kesan klasik demi masa depan itu penting adanya. Ibarat, tak ada asap takkan ada api, tak ada telur takkan ada ayam. Sehingga, apa yang akan kita lalui esok tak pelak ada hubungan erat dengan apa yang kita lakukan hari ini. Berbaik-baiklah mengukir harimu dengan apa yang membuatmu semangat untuk menjalankan esok hari. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar