Take a Risk

Istilah 'take a risk' mungkin sudah lumayan familiar di telinga masyarakat, yang artinya adalah mengambil sebuah resiko dalam setiap tindakan yang kita lakukan, apapun itu--baik dalam hal bisnis maupun non bisnis. 

Terkadang manusia lupa bahwa hidup itu membutuhkan sebuah variasi, agar sedikit memiliki warna. Yah, kau tahu, hidup sudah sangat rumit dan sulit di nalar oleh segumpal kecil otak manusia. Akal manusia yang oleh Tuhan diciptakan lebih baik dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya di Bumi ini tetap tak mampu menguak misteri alam yang begitu luas dan kompleks. 

Variasi hidup bisa berasal dari mana saja, tergantung dari masing-masing individu yang melakukannya sebagai bentuk dari pengambilan resiko atas nama pribadi. Sebagai contoh saja, seseorang ingin mencapai tujuan tertentu meskipun ia tahu hal itu mungkin saja akan sulit dilakukan dan serentetan ranjau darat siap menghalangi langkah kakinya. Tapi seseorang itu tak memedulikannya. Kaki-kakinya terus melangkah meski ribuan ranjau darat itu melukai kakinya hingga berdarah-darah. Pantang menyerah adalah satu-satunya kata yang tepat untuk disandangnya. Bukan hanya ribuan ranjau darat, tapi bisikan-bisikan setan juga kerap mengganggu pendengarannya. Tujuan itu hampir tercapai, hingga ia tersadar bahwa ternyata ada seseorang lain yang tak menginginkannya berhasil. Terbukti, bisikan-bisikan setan yang semula hanya berupa layaknya desiran angin, suara-suara itu mulai diperdengarkan.

Sepenggal kisah itu adalah sebuah cermin perjuangan yang gigih melawan cemooh-cemooh orang yang berusaha menjatuhkannya, namun ia tetap berada pada ujung tombak dan takkan tergoyahkan. Keinginannya pun terkabul.

Tanpa adanya perjuangan yang gigih, takkan ada hasil yang memuaskan. 

Komentar

Postingan Populer