Selasa, 21 Februari 2017

Cinta dan Sesuatu Itu

Aku tak pernah mengerti apa sebenarnya yang disebut dengan cinta. Aku hanya mengerti bahwa cinta adalah sesuatu yang mengagumkan. Sungguh sangat mengagumkan, hingga aku menyadari bahwa mungkin aku seolah diperbudak oleh cinta. Aku merasa biasa saja, namun nyatanya tidak. Aku merasa tidak baik-baik saja, terutama saat aku merasa khawatir bahwa sesuatu akan merenggut semua yang telah ku miliki.

Tidak!

Aku sudah cukup mengalah dengan membiarkan apa yang ku miliki beberapa tahun yang lalu direnggut paksa dari genggaman tanganku. Meski aku tidak terlalu merasakan kesedihan yang cukup mendalam, namun rasa sakit dalam hati itu cukup membuatku tersungkur. Perih dan tersayat seolah luka itu takkan bisa sembuh dalam waktu dekat.

Oh tapi sudahlah, aku tak pernah menganggap kisah memilukan itu sebagai sesuatu yang mempengaruhi alur hidupku selanjutnya. Mungkin memang iya, namun pengaruhnya bukan dari apa yang akan ku lakukan, melainkan lebih ke dalam pribadiku sendiri. Aku masih belum berhasil menyembuhkan luka-luka hatiku. Sungguh sedikit yang telah berhasil ku sembuhkan--meski masih dalam keadaan terbalut airmata.

Berpikir positif, adalah satu-satunya cara melepaskan diri dari semuanya. Semua yang berpotensi menambah luka hati ini semakin menganga. Aku tahu apa maksud Tuhan menghadirkan dia di sisiku, menemani hari-hariku, dan menyeka airmataku ketika terjatuh di pipiku; agar aku bisa kembali tersenyum dan menjadi diriku yang dulu.

Aku memang bahagia--ya, aku tahu. Namun, bukan makhluk hidup namanya jika tidak ada kesedihan dan masalah di dalamnya. Aku hanya bisa menghadapi semuanya dengan sabar dan tetap berusaha menjadi diriku sendiri, tanpa harus aku melupakan masa laluku.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar