Hujan

Tak dapat dipungkiri bahwa hujan selalu membawa berkah bagi siapa pun. Pun, tak terkecuali aku. Meski terkadang hujan membuatku kesal karena sesuatu yang basah, namun dalam hati aku sangat bersyukur. Hujan sama halnya dengan cinta. Mereka seolah memiliki ikatan bathin yang kuat, sehingga kerap hujan dikaitkan dengan cinta. 

Sungguh romantis adanya ketika kau hanya memandangi hujan dengan perasaan campuraduk, tentang bagaimana kau akan pulang ke rumah dengan tanpa basah sedikit pun. Sederetan keluhan sudah pasti terlontar dari mulutmu. Namun, apa yang kau rasakan ketika apa yang kau inginkan dikabulkan Tuhan? Ketika yang kau inginkan ternyata berbalas dengan manis? Rasanya tubuh ini mendadak ringan seakan melayang-layang terbang hingga melintasi langit tujuh nirwana, bukan?

Hujan mungkin memang menyebalkan, tapi bagiku hujan adalah pembawa nikmat tersendiri. Meski tak selalu, hujan kerap membuat senyumku terkembang. Meski tak selalu, hujan juga kerap membuat luka yang menganga di hatiku terbasuh dan perlahan tertutup.

Ku sebut bahwa hujan adalah bagian dari cinta.
Dan, cinta lah yang membuatku tersenyum..., termasuk menjelma menjadi obat mujarab yang bisa menyembuhkan luka-luka hatiku yang telah menganga terlalu lama, dan nyaris kering.

Terima Kasih, Hujan.
Pun, ini tak lepas dari campurtanganMu, Tuhan.
  
Tentang kau dan hujan..,
Tentang cinta kita... 
Yang mengalir seperti air...
(Hujan, performed by : Utopia) 

Komentar

Postingan Populer