Sabtu, 29 April 2017

Cinta yang Melelahkan

Sesungguhnya aku capek. Lelah. 

Lelah mempertahankan hubungan yang seperti ini, tanpa ada kejelasan. 
Tapi, aku tak berdaya, jika harus kehilangan dia. 

Aku... terpaksa harus meredam semua rasa sakit hatiku. Semua rasa sakit yang dilakukannya padaku. Apa pun itu harus aku telan mentah-mentah. Tak ada yang bisa ku lakukan, karena aku tahu akibat yang aku terima adalah kehilangan dia. Tapi, ini sakit sekali. 

Entah sampai kapan aku harus menahan perasaan yang seperti ini. Mungkin selama aku hidup dan mencintainya. Rasa cinta ini--aku tahu--aku tak bisa menghapusnya. Aku hanya bisa berharap, siapa pun yang membuat luka di kala aku terjatuh dan terluka, akan ada balasan setimpal. Aku hanya tidak ingin ketika nanti aku telah kehilangan semua rasa cinta ini, dia kembali dan meminta maaf--seperti yang pernah terjadi pada seseorang beberapa tahun yang lalu, yang telah menyakitiku dan kini menyesal.

Aku memang mudah memaafkan, tapi rasa sakitku tak mungkin bisa hilang dengan mudah. Kau boleh saja meminta maaf, tapi bagaimana jika aku terlanjur terluka cukup dalam? Bagaimana caramu menyembuhkan luka yang kau buat dengan begitu sempurna? Aku sendiri bahkan menyerah untuk menyembuhkannya. 

Sesungguhnya, aku lelah... 
Lelah berpura-pura bahwa aku tidak meringis kesakitan ketika hatiku perih oleh luka-luka yang kau torehkan sejengkal demi sejengkal telapak tanganmu.
Kala kau tahu bahwa kau laksana surga bagiku, yang menyejukkan hatiku...
Dan, tiada yang mampu menggantikan takhta-mu di hatiku.

Tapi, berapa kali kau membuatku kecewa?
Berapa kali kau menyakitiku?
Berapa kali kau membuatku menangis?
Dan, berapa kali kau membuat luka yang sama di hatiku?--tatkala, aku tengah berusaha menyembuhkannya? 

Sementara aku?
Berapa kali aku berusaha membuatmu tersenyum ketika kau bersedih?
Ketika kau sedang membutuhkan pundak untuk bersandar?--menampung semua keluh kesahmu? 

Tapi..., aku selalu di sini...untukmu...
Yang rela melakukan apa pun demi membuatmu bahagia, meski terus terluka...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar