Rabu, 14 Juni 2017

Terpukau

Syukurlah, jika Tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk berbahagia bersama dengan seseorang yang aku cinta. Setelah aku melalui hari-hari yang penuh dengan dramatisasi hidup, sekarang aku hanya ingin tertawa lepas berdua saja dengannya. Menjadi bagian dari dirinya adalah impianku sejak aku menjadikannya 'pangeran impian'-ku.

Mungkin aku setengah gila atau tak waras ketika semua orang menganggap apa yang ku lakukan demi mempertahankan cinta ini sungguh di luar akal sehat. Siapa pun yang mengikuti alur ini dari pertama kali mengenalnya hingga aku merasa bahwa apa yang ku lihat selama ini hanya sebatas teman, ternyata aku merasakan hal yang berbeda di hatiku. Sebuah perasaan bahwa aku takut kehilangannya. Sejak itu aku merasa apa pun yang ku miliki seakan aku tak peduli lagi jika harus terenggut hingga tiada harta benda lagi di tanganku, asalkan aku memilikinya dan bisa terus bersamanya sampai aku menutup mataku selama-lamanya.

Aku telah tersihir oleh pesonanya.
Aku telah terpukau oleh kharismanya.

Jika aku diberikan pilihan saat hari ulangtahunku tiba kemarin, maka jelas aku akan memilih apa pun yang mungkin bisa membuatku selalu bersamanya, berdua tak terpisahkan, dan tak ada lagi kekecewaan atau pun airmata.

"Itu sekaligus menjadi doa-ku, karena masih dalam Bulan Juni, kan?" 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar