Rabu, 07 Juni 2017

The Unlucky Day

Hari ini mungkin seharusnya aku tak keluar rumah, atau pergi kemana pun. Aku sedang sial. Semua-semua yang ku lakukan rasanya selalu salah, entah dimana letak kesalahan itu. Ada saja yang membuat semuanya kacau balau. 

Mulai dari kecelakaan motor, kejadian yang sangat menyebalkan di kantor, hingga sesuatu yang buruk yang menyebabkan aku bertengkar dengan kekasihku. Tuhan, ada apa ini? 

Aku hanya menyesalkan kenapa aku harus se-ceroboh itu; yang seharusnya tak perlu terjadi jika aku mengikuti peraturan yang ada. Dan, seumur hidup, baru kali ini aku mengalami rentetan kejadian buruk dalam 24 jam non stop.

Entah apa yang ada di pikiranku ketika kecelakaan itu terjadi. Tiba-tiba saja mobil itu melaju tanpa aku sadari dan aku sama sekali tidak memiliki jeda waktu untuk meraih kampas rem dan menghentikan laju kendaraanku. Aku masih beruntung karena tak ada luka berarti yang menimpaku. Namun, ada sedikit lecet-lecet di permukaan cat motorku. Aakhh... itu masih baru!! Dasar sial!!

Kemudian, kejadian berikutnya juga tidak ku mengerti. Pasalnya, setiap karyawan kantor diberikan izin cuti untuk meninggalkan kantor selama beberapa jam saja atau seharian penuh. Dan, jelas saja, aku menggunakan hak cutiku karena ada keperluan yang sungguh mendesak. Lantas, kenapa teman sejawatku tak menyukainya? Aku toh telah menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaanku. Apa salahku? Demikian pula dengan mereka yang menuntut hak mereka dengan cara yang sama, malah mungkin lebih parah dariku, dan mereka toh biasa saja, begitu juga dengan lingkungan di sekitarnya. Terkadang pemikiran akal sehatku tak sampai ke sana untuk memahaminya. Hanya gara-gara cuti saja, aku didiamkan seperti patung begitu? God, dunia macam apa ini?

Yang kemudian, sesuatu yang seharusnya tak perlu terjadi antara aku dan kekasihku. Sebuah pertengkaran kecil yang terjadi untuk yang kesekian kalinya. Dia memang sudah memperingatkanku beberapa waktu lalu sebelum bulan puasa tiba. Tapi, mungkin aku tak mengindahkannya. Dan sekarang, jika dia marah (mungkin), itu wajar, dan itu salahku. Aku akan berusaha memperbaikinya. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar