Back in My Life

Terkadang sesuatu yang telah berlalu tak selamanya harus benar-benar sirna dari alur hidupmu. Ada kalanya kau harus mengingatnya kembali sebagai sebuah kenangan yang tak terlupakan, meski sebelumnya kau merasa bahwa kenangan itu bukan lagi milikmu namun jauh di dalam sana kau masih tetap menyimpannya dalam sebuah kotak kaca yang teramat indah untuk kembali disentuh. 

Ada kalanya pula 'mereka' membutuhkan waktu sejenak untuk kembali ke dalam hidupmu, mewarnainya seperti sediakala, sama seperti sebelum kau kehilangannya. Seolah mereka ingin menunjukkan padamu bahwa mereka tak pernah meninggalkanmu, hanya bersembunyi untuk kembali lagi saat kau membutuhkannya. 

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia pasti memilikinya. Kenangan dan semua yang kau akhirnya terpaksa menganggapnya sebagai kenangan karena kau tak ingin lagi mengingatnya karena terlalu menyedihkan atau mungkin sebaliknya. Semuanya, baik yang terlalu menyedihkan atau bahkan sangat membahagiakan namun kau tak bisa memilikinya, akan kembali padamu sebagai milikmu yang tak terpisahkan bagian terkecil hidupmu. 

Aku merasakannya. 

Ketika semuanya kembali padaku, tak ada pilihan bagiku untuk tidak menyambutnya. Hanya kenangan masa lalu yang seolah sudah tak ingin lagi kembali dan aman tersimpan di dalam kotak kaca itu, pada akhirnya mereka menyapaku di saat aku merasa bahwa mungkin aku telah kehilangannya. 

Sesaat mungkin aku bersedih. Aku juga mungkin sempat menangis. Tapi sudahlah, tak ada gunanya menyesali sesuatu yang kita saja tidak tahu bakal seperti apa jadinya jika tidak begini atau jika tidak begitu. Manusia hanya makhluk kecil di hadapan Tuhan. Tak ada satu pun manusia yang bisa benar-benar meramalkan bagaimana alur hidupnya kelak di masa mendatang, sekali pun jika dia memang bisa meramalkan masa depan. 

Bahagia, iya. 
Sedih, juga iya. 
Tak ada yang benar-benar bisa dilukiskan dengan kata-kata. 

Hidupku mungkin berubah, tapi tidak dengan hatiku. Semuanya masih tetap sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Aku tak pernah mengubahnya demi apa pun. Aku masih tetap memeliharanya sampai saat ku putuskan untuk menjadikannya kenangan. Sesuatu yang hanya bersembunyi sampai saat ia kembali untuk membahagiakanmu, dengan caranya sendiri. 

Komentar

Postingan Populer