Bertahan Apa Adanya

Tak pernah terbayangkan ketika kau dihadapkan pada sesuatu yang mengharuskanmu untuk menyerah pada keadaan yang menyakitkan. Tak pelak maka kau akan merasa seolah harus menyerah pada nasib. Dan, dari sana lah seseorang akan memilih bertahan atau melawan. Namun, seperti tak memiliki pilihan lain, banyak di antaranya yang memilih bertahan sebagai jawaban pamungkasnya.

Bertahan, menurutku bukan karena ingin menyerah pasrah, namun tak ada lagi yang bisa dilakukan ketika apa pun sesuatu yang tidak kita inginkan lantas menimpa kita tanpa pernah kita duga sebelumnya. Kau akan merasa sangat kecil di hadapan Tuhan.

Sebagai manusia, aku tak pernah sekali pun menganggap bahwa diriku lebih dari segala-galanya, bahkan aku merasa sebagai manusia yang kotor dan tak lepas dari kubangan dosa. Aku mungkin memang harus banyak berdoa dan meminta ampunan agar Tuhan memberikan ku jalan yang lapang dan mudah.

Berbagai macam cobaan datang bertubi-tubi menerpa hidupku. Dan, sempat aku merasa bahwa Tuhan tidak sayang padaku. Tapi, aku salah. Justru sebaliknya. Tuhan sangat sayang padaku. Aku pun ternyata harus menyadari satu hal bahwa di balik semua peristiwa sedih itu ada hikmah tersendiri yang tidak akan dipahami oleh orang selain diriku.

Dari semuanya, aku tahu yang harus aku lakukan hanyalah bertahan. Bertahan apa adanya. Berpegangan pada sesuatu dengan keyakinan penuh bahwa apa yang menjadi pijakan itu kokoh dan mampu menopangku. 

Komentar

Postingan Populer