Selamat Tinggal Masa Lalu

Rasanya aku sudah tidak memedulikan soal status. Siapa aku dan siapa dirimu. Luka dan penderitaan yang kau torehkan di hati ini masih menganga dan mungkin luka ini takkan bisa sembuh, meski aku berusaha menyembuhkannya dengan susah payah. 

Oknal Danang, 
kau begitu kejam dengan semua kata-kata cinta yang kau ucapkan padaku selama 3 tahun terakhir ini, namun sarat kebencian di dalamnya. 

Ironis!

Haruskah aku mengucapkan 'selamat tinggal' padamu disaat kau seharusnya secara tak langsung sudah menunjukkannya padaku sejak setahun terakhir sebelumnya? Haha, hanya saja aku terlalu bodoh dengan berpura-pura tidak memedulikannya. 

Kau mulai mengacuhkanku dan seolah menganggapku tidak ada; mulai menjauhiku seperti penyakit. Kau pikir aku hantu? 

Kau juga mulai menunjukkan bahwa kau adalah pria dengan banyak penggemar wanita yang selalu kau tunjukkan melalui pesan-pesan mesra di aplikasi whatsapp-mu. Kau pikir kau hebat dengan keadaanmu seperti itu? Bagiku, kau tak lebih dari seorang pengecut dengan bertopeng pada wajah tampanmu. Meski aku sedih, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Kau toh tahu aku tak pernah bisa menentangmu.  

Jika kau ingin aku pergi dari hidupmu, baiklah, ku kabulkan permintaanmu. Maafkan aku. 

Selamat Tinggal Masa Lalu!!

Komentar

Postingan Populer